HomeKesiswaanEkstrakurikulerBeritaDharma Wanita Persatuan Kemenag Rembang Gelar Halal bi Halal

Kesiswaan

Dharma Wanita Persatuan Kemenag Rembang Gelar Halal bi Halal

Rembang—Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang menggelar pertemua rutin bulanan sekaligus Halal bi Halal pada Rabu (21/8) di aula Kankemenag Kab. Rembang.
Acara Halal bi Halal tersebut dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kab. Rembang yang juga selaku Pembina DWP Kankemenag Kab. Rembang, Drs. H. Subchi, M. Ag. Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Ny. Subchi, segenap pengurus harian, dan pengurus DWP Kecamatan se-Kabupaten Rembang. Sementara bertindak sebagai penceramah yaitu Ny. Dra. Erna Basuki dari MAN Lasem.

Dalam sambutannya, Drs. H. Subchi, M. Ag menyampaikan keistimewaan orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan yang telah dijalani satu bulan lalu. Salah satu keistimewaan tersebut adalah mereka bisa masuk surga berbondong-bondong tanpa melalui sirothol mustaqim.
“Ketika mereka masuk surga, para malaikat bertanya siapakah mereka? Maka dijawab mereka adalah orang yang melakukan ibadah rahasia, yaitu puasa di Bulan Ramadhan. Sebab, yang mengetahui seseorang berpuasa atau tidak hanyalah Allah SWT,” urainya.
Beliau juga mengemukakan, pentingnya peran isteri sebagai tiang negara. “Jika perempuan (para istri) baik, maka negara akan menjadi baik. Sebaliknya, kalau isteri tidak baik, maka sebuah negara akan menjadi tidak baik,” sambungnya.

Sementara Dra. Erna Basuki dalam tausiyahnya menyampaikan, idul fitri merupakan momen untuk menjadikan sebuah keluarga menjadi lebih baik. “Minal aidin, artinya kembali ke fitrah dan ‘wal faizin’ artinya kembali kepada keberuntungan. Maka momen idul fitri diharapkan sebuah keluarga akan mendapatkan sebuah keberuntungan dan menjadi orang-orang yang beruntung setelah menjalankan puasa serta amalan-amalannya,” paparnya.
Beliau juga menandaskan pentingnya peran seorang isteri dalam kehidupan berumah tangga. “Seorang isteri itu harus mampu membahagiakan suami, menjadi suri tauladan anak-anak, dan bersikap rendah diri di masyarakat,” pungkasnya.—-Shofatus Shodiqoh

Last modified on Thursday, 24 October 2013 21:12
Rate this item
(0 votes)
Leave a comment

BERITA TERBARU